MAKASSAR – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) resmi menghidupkan kembali rute penerbangan Makassar–Selayar melalui program subsidi. Langkah ini diambil setelah layanan tersebut sempat terhenti akibat tingginya harga tiket dan rendahnya keterisian penumpang.
Bekerja sama dengan maskapai Fly Jaya Air, rute ini melayani penerbangan pulang-pergi (PP) sebanyak tiga kali sepekan. Kebijakan ini merupakan langkah strategis Pemprov Sulsel untuk membuka konektivitas wilayah, sekaligus memacu sektor pariwisata dan perputaran ekonomi di Kepulauan Selayar.
Pada Sabtu (28/3/2026), sejumlah penumpang mengaku merasakan dampak langsung dari subsidi ini, terutama pada momentum arus mudik dan balik Lebaran. Salah satu penumpang, drg. Lilies Anggarwati Astuti, menceritakan pengalamannya mudik ke Selayar bersama keluarga besar.
“Iya, tepat di hari Lebaran setelah salat, kami langsung terbang ke Selayar,” ungkap Lilies sebagaimana dikutip dari laman resmi pemprovsulsel.go.id, Senin (30/3/2026).
Meskipun berangkat dalam rombongan besar berjumlah sepuluh orang, Lilies kembali ke Makassar hanya berempat.
“Sebagian keluarga harus kembali bekerja lebih awal, sementara saya menghabiskan waktu seminggu di sana,” ujarnya.
Menurut Lilies, mobilitas masyarakat kini jauh lebih mudah. Ia juga memuji potensi wisata Selayar yang luar biasa.
“Saya sempat ke Pantai Pinang untuk snorkeling dan diving. Banyak wisatawan asing di sana. Jika fasilitas dan akses jalan terus ditingkatkan, saya yakin Selayar bisa menjadi destinasi unggulan setelah Bali,” tambahnya.
Dari sisi biaya, Lilies merasa sangat terbantu. Ia hanya mengeluarkan sekitar Rp2 juta untuk tiket lima orang, harga yang menurutnya sangat kompetitif dibanding destinasi wisata lainnya.
Senada dengan itu, Ahmad Hidayat, warga Makassar yang sering ke Selayar untuk urusan pekerjaan, menilai subsidi ini adalah solusi nyata bagi masyarakat. Jika sebelumnya harga tiket mencapai Rp700.000 hingga Rp1.000.000, kini masyarakat cukup membayar di kisaran Rp300.000 hingga Rp400.000.
“Ini sangat membantu, baik untuk urusan wisata maupun pekerjaan. Saya berharap frekuensinya bisa ditambah di masa depan, termasuk penyediaan transportasi lanjutan dari bandara ke pusat kota Benteng,” harap Ahmad.
Fathia, seorang pekerja di Selayar, juga menyampaikan apresiasinya. Ia merasa perjalanan dari Makassar kini menjadi lebih efisien. “Dulu akses ke Selayar cukup sulit. Sekarang jauh lebih cepat dan murah. Terima kasih kepada Pemprov Sulsel dan Gubernur, semoga program ini terus dipertahankan,” tuturnya.
Pihak operator pun menyambut baik kolaborasi ini. Station Representative Fly Jaya Air wilayah Ujung Pandang, Syahrir, memberikan apresiasi atas dukungan Pemprov Sulsel terhadap program prioritas ini.
“Kami berterima kasih atas dukungan pemerintah terhadap rute-rute di wilayah Sulawesi seperti Bone, Selayar, Kendari, hingga Balikpapan. Kami berharap kerja sama ini berlanjut demi mendukung konektivitas dan aktivitas transportasi udara di daerah,” kata Syahrir.
Dengan beroperasinya kembali rute Makassar–Selayar melalui skema subsidi, Pemprov Sulsel tidak hanya mempermudah akses fisik, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi di wilayah kepulauan. (RED/HMS)













