Oleh: Muh. Rafi (Direktur Badan Pengawasan dan Kajian Pembangunan DPP Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia / AMJI-RI)
Sebuah Refleksi dan Kado Pemikiran
Momentum pertambahan usia selalu membawa makna tersendiri. Hari ini, Wali Kota Palopo, Hj. Naili Trisal, genap memasuki usia 45 tahun. Atas nama keluarga besar DPP Aliansi Media Jurnalis Independen Republik Indonesia (AMJI-RI), kami mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke-45 kepada Ibu Hj. Naili Trisal. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, hikmah, serta petunjuk dalam mengemban amanah kepemimpinan dan membawa Kota Palopo menuju kesejahteraan yang berkelanjutan.
Di usia yang terbilang sangat matang dan produktif ini, kepemimpinan beliau memikul harapan besar dari seluruh lapisan masyarakat. Sebagai kado ulang tahun dan wujud sumbangsih pemikiran dari masyarakat sipil, AMJI-RI menyampaikan refleksi serta catatan konstruktif terkait arah pembangunan Kota Palopo ke depan—khususnya dalam penguatan tata kelola, pembangunan infrastruktur strategis, dan penggerak ekonomi daerah.
Menilai Kepemimpinan Secara Objektif dan Proporsional
Dalam setiap dinamika pergantian pemerintahan daerah, selalu muncul kecenderungan masyarakat untuk membandingkan pemimpin yang baru dengan periode sebelumnya. Fenomena ini wajar dalam iklim demokrasi. Namun, dalam perspektif tata kelola pemerintahan, perbandingan yang dilakukan terlalu dini kerap kali tidak menghasilkan penilaian yang objektif.
Pemerintahan Hj. Naili Trisal bersama Dr. Akhmad Syarifuddin baru memulai masa baktinya pada Agustus 2025. Artinya, roda pemerintahan ini masih berada pada fase awal konsolidasi birokrasi, penyelarasan kebijakan, serta penataan fondasi implementasi visi-misi pembangunan. Membandingkan hasil pembangunan secara langsung dengan masa lalu tentu kurang tepat. Hal yang jauh lebih relevan untuk dinilai saat ini adalah arah kebijakan, kualitas tata kelola, dan kekokohan fondasi yang sedang dibangun.
Palopo Sebagai Simpul Ekonomi dan Kota Jasa Global
Visi “Palopo Baru Menuju Kota Jasa Global” merupakan pilihan strategis yang sangat presisi dengan karakter geopolitik dan ekonomi Palopo. Kota ini sejak lama menjadi pusat perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan layanan jasa bagi kawasan Luwu Raya, Tana Toraja, Toraja Utara, hingga sebagian wilayah Sulawesi Tengah. Posisi geografis ini mengukuhkan Palopo sebagai simpul ekonomi kawasan, bukan sekadar kota administratif.
Oleh karena itu, pembangunan Palopo tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan fisik semata. Masa depan kota ini sangat ditentukan oleh:
– Kualitas dan kecepatan pelayanan publik.
– Daya saing ekonomi dan kemudahan investasi.
– Akselerasi transformasi digital.
– Pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
– Penguatan infrastruktur perkotaan yang modern dan terintegrasi.
Catatan Apresiasi di Tahun Pertama
Memasuki masa awal kepemimpinannya, terdapat beberapa langkah strategis yang patut mendapat apresiasi:
– Penguatan Tata Kelola Birokrasi: Adanya penekanan pada disiplin aparatur, penandatanganan kontrak kinerja perangkat daerah, serta komitmen terhadap good governance dan pemerintahan yang bersih. Reformasi birokrasi ini merupakan modal utama keberhasilan pembangunan jangka panjang.
– Resiliensi dan Penyesuaian Fiskal: Di tengah dinamika penyesuaian transfer dana dari pemerintah pusat pada APBD 2025, Pemerintah Kota bersama DPRD tetap mampu melakukan penyesuaian anggaran secara regulatif dengan menjaga keberlangsungan program-program prioritas daerah.
– Pertumbuhan Ekonomi yang Positif: Data BPS mencatat ekonomi Kota Palopo pada tahun 2025 tetap tumbuh pada angka 4,59 persen (meningkat dari tahun 2024 sebesar 4,40 persen), dengan nilai PDRB (ADHB) mencapai Rp11,79 triliun dan PDRB per kapita sekitar Rp59,37 juta. Hal ini membuktikan bahwa roda aktivitas ekonomi daerah tetap tangguh dan bergerak produktif di tengah tantangan ekonomi nasional.
Mendorong Ekonomi Berbasis Jasa, UMKM, dan Pembangunan Infrastruktur
Sebagai bagian dari elemen kontrol sosial, AMJI-RI berpandangan bahwa pemerintah yang baik tidak hanya membutuhkan dukungan, tetapi juga kritik yang terukur dan solutif. Masyarakat kini menantikan penterjemahan visi “Palopo Baru” ke dalam indikator yang lebih konkret dan dapat dirasakan langsung, seperti perluasan lapangan kerja, peningkatan pendapatan warga, dan penguatan sektor usaha rakyat.
Palopo tidak mengandalkan komoditas tambang atau perkebunan skala besar. Kekuatan riil Palopo terletak pada sektor jasa, perdagangan, pendidikan, kesehatan, transportasi, dan UMKM. Maka, fokus pembangunan lima tahun ke depan perlu dititikberatkan pada:
– Penguatan Ekosistem UMKM & Kewirausahaan: Membuka akses pembiayaan yang lebih luas, pelatihan literasi digital, pendampingan usaha, serta integrasi sektor kreatif dengan pariwisata.
– Pembangunan Infrastruktur Strategis: Menata dan memperkuat infrastruktur konektivitas, fasilitas publik, tata ruang kota, dan drainase guna mendukung efisiensi aktivitas perdagangan serta kenyamanan iklim investasi.
Optimalisasi Jejaring Nasional dan Kolaborasi
Salah satu keunggulan kepemimpinan Hj. Naili Trisal di usianya yang ke-45 ini adalah kapasitas jaringan dan kemampuan komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat. Dalam sistem fiskal Indonesia, kemampuan kepala daerah membangun sinergi dengan kementerian/lembaga nasional merupakan nilai tambah besar untuk menarik program strategis dan investasi pusat ke daerah.
Namun, potensi jejaring nasional ini akan optimal apabila ditopang oleh birokrasi lokal yang profesional, perencanaan teknis yang matang, serta program daerah yang akuntabel.
Selain itu, ruang publik di Kota Palopo hendaknya tidak lagi dihabiskan oleh perdebatan tidak produktif mengenai “era siapa yang paling berhasil”. Pembangunan adalah proses yang berkelanjutan (sustainable process). Tugas kepemimpinan hari ini adalah melanjutkan program yang sudah baik, menyempurnakan yang kurang, dan berani menghadirkan inovasi baru.
Menyiapkan Masa Depan Palopo
Lima tahun ke depan akan menjadi pembuktian nyata bagi pasangan Hj. Naili Trisal dan Dr. Akhmad Syarifuddin. Kota Palopo memiliki modal dasar yang sangat kuat untuk tumbuh menjadi pusat jasa yang berdaya saing tinggi di Indonesia Timur.
Selamat Ulang Tahun ke-45 Ibu Wali Kota Hj. Naili Trisal. Semoga kado pemikiran ini dapat menjadi penambah semangat dalam memimpin Kota Palopo. Keberhasilan sebuah pemerintahan pada akhirnya tidak diukur dari megahnya slogan, melainkan dari seberapa jauh masyarakat merasakan peningkatan kualitas hidup, keadilan, dan kesejahteraan secara nyata.
Palopo tidak sedang berlomba dengan masa lalunya—Palopo sedang melangkah mantap menyiapkan masa depannya menuju kota jasa yang modern, inklusif, dan berdaya saing. (*)













