Diduga Jadi Korban Perundungan di Sekolah, Siswi SMAN 8 Luwu Timur Alami Trauma Enggan Masuk Sekolah

banner 3167x231

LUWU TIMUR – Seorang siswi SMAN 8 Luwu Timur diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolah saat sedang menunggu jemputan. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami trauma dan enggan kembali ke sekolah.

Menurut korban, PR, siswi kelas 10 D, kejadian bermula saat jam pulang sekolah pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 15.00 WITA. Sebelum insiden terjadi, ia sedang menunggu jemputan bersama teman sekelasnya.

Tak lama kemudian, seorang siswa kelas 10 B berinisial IS datang dari arah belakang sambil membawa sebatang kayu. Tanpa alasan yang jelas, IS langsung menarik leher korban menggunakan kayu tersebut.

“Saya sementara duduk sama teman-temanku tunggu jemputan. Saya tidak tahu, tiba-tiba dari belakang ada yang tarik leherku pakai kayu,” ujar korban.

Bacaan Lainnya
banner 2480x2476

Akibat ditarik dengan keras pada bagian leher, korban terseret ke belakang dan tidak mampu bergerak.

“Saya tidak tahu apa masalahnya, kenapa dia tarik leherku pakai kayu, padahal saya tidak kenal dia,” ungkap korban sambil menangis menahan sakit di bagian lehernya saat ditemui di kediamannya.

Sementara itu, orang tua korban menyesalkan dan menyayangkan kejadian yang menimpa anaknya. Ia berharap masalah ini segera ditindaklanjuti secara tegas oleh pihak sekolah.

“Saya benar-benar tidak habis pikir, kenapa anak saya diperlakukan seperti itu. Saya menyekolahkan anak saya agar bisa mendapat pendidikan, bukan diperlakukan seperti bahan mainan dan ejekan temannya. Setelah kejadian ini, anak saya trauma dan tidak mau lagi ke sekolah,” tegasnya.

Orang tua korban mengaku kaget saat mendapati anaknya pulang diantar oleh dua teman sekelasnya. Setelah turun dari sepeda motor, anaknya menangis sambil memegang lehernya.

“Waktu saya tanya kenapa menangis, anak saya cuma bisa menangis sambil pegang lehernya dan bilang, ‘Sakit leherku, ditarik leherku di sekolah. Tidak mauka ke sekolah, takutka ke sekolah, kasih pindahka sekolah,’” kenangnya.

Salah satu teman korban yang ikut mengantar kemudian menjelaskan kronologi kejadian tersebut kepada orang tua korban.

“Temannya bilang kalau leher anak saya ditarik pakai kayu sama siswa kelas 10 B. Padahal anak saya cuma lagi duduk diam,” lanjutnya.

Mendengar penjelasan tersebut, orang tua korban langsung mendatangi sekolah untuk menemui kepala sekolah.

“Mengingat saat itu sudah jam pulang sekolah, kepala sekolah menyampaikan kepada saya bahwa pada hari Senin, siswa yang melakukan perundungan akan dipanggil ke ruang BK dengan didampingi orang tuanya,” pungkasnya. (RED)

banner 2756x1516

Pos terkait

banner 6496x590