Kunjungan Kerja ke Bogor, Teguh Iswara Suardi Tekankan Pentingnya Kepastian Perjalanan Kereta

banner 3167x231

BOGOR – Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi NasDem, Ir. Teguh Iswara Suardi, S.T., M.Sc., melakukan kunjungan kerja ke Stasiun Kota Bogor. Dalam kunjungan tersebut, Teguh berdiskusi mengenai berbagai persoalan yang langsung berkaitan dengan mobilitas masyarakat, terutama bagaimana memastikan perjalanan kereta tetap aman, nyaman, dan andal.

Sejumlah kebutuhan peningkatan layanan menjadi perhatian, termasuk penambahan peron dan gerbong. Persoalan pembatalan sejumlah perjalanan kereta juga ikut dibahas karena kondisi tersebut belakangan cukup mengganggu aktivitas masyarakat yang mengandalkan kereta untuk bekerja maupun beraktivitas sehari-hari.

“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat bisa mendapatkan kepastian dalam perjalanannya. Kalau ada pembatalan atau gangguan, dampaknya langsung dirasakan pengguna. Mereka bisa terlambat bekerja, terlambat kuliah, atau terganggu aktivitas lainnya,” kata Teguh. Minggu (13/9/2026).

Menurut Teguh, persoalan seperti ini tidak cukup ditangani setelah gangguan terjadi. Pemeriksaan dan perawatan sarana kereta, termasuk train set, perlu dilakukan secara berkala dan menyeluruh.

Bacaan Lainnya
banner 2480x2476

“Kita jangan hanya bergerak ketika masalah sudah muncul. Pemeriksaan train set harus dilakukan secara rutin dan menyeluruh. Prinsipnya lebih baik mencegah daripada menunggu gangguan terjadi baru kemudian kita bereaksi,” ujarnya.

Di sisi lain, Teguh menilai komunikasi kepada pengguna juga tidak kalah penting. Ketika ada perubahan kondisi maupun jadwal perjalanan, masyarakat perlu segera mendapatkan informasi yang jelas.

Menurutnya, penumpang tentu bisa memahami jika dalam kondisi tertentu terjadi gangguan. Yang menjadi persoalan adalah ketika informasi terlambat diterima atau kurang jelas.

“Masyarakat berhak tahu apa yang sedang terjadi. Kalau ada perubahan jadwal atau pembatalan perjalanan, sampaikan dengan cepat, jelas, dan terus diperbarui. Dengan begitu, masyarakat bisa menyesuaikan rencana perjalanannya,” tutur Teguh.

Pembahasan dalam kunjungan tersebut tidak hanya berfokus pada kereta. Teguh melihat persoalan transportasi harus dipandang sebagai satu rangkaian perjalanan utuh. Setelah turun dari kereta, penumpang masih harus melanjutkan perjalanan menuju rumah, tempat kerja, sekolah, atau tujuan lainnya.

Oleh karena itu, koneksi antara kereta dengan moda transportasi lain perlu ditata lebih baik. Akses menuju angkutan kota (angkot) dan bus harus mudah, sementara titik naik-turun penumpang serta ruang parkir bagi ojek dalam jaringan (online) perlu diatur agar tidak menambah kepadatan di sekitar stasiun.

“Jangan sampai perjalanan keretanya sudah baik, tetapi begitu keluar stasiun masyarakat justru kesulitan mencari angkot, bus, atau kendaraan lanjutan. Integrasi antarmoda ini harus benar-benar dipikirkan, termasuk bagaimana menata ruang untuk ojek online supaya semuanya tertib dan tidak saling mengganggu,” jelasnya.

Teguh menilai Stasiun Kota Bogor merupakan salah satu titik krusial dalam mobilitas masyarakat. Karena itu, kebutuhan kapasitas, keselamatan, pelayanan, dan konektivitas di kawasan stasiun perlu terus diperhatikan seiring dengan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik.

Bagi Teguh, pembenahan transportasi pada akhirnya bukan hanya soal membangun fasilitas atau menambah kapasitas. Ada kepercayaan masyarakat yang juga harus dijaga.

“Kalau masyarakat merasa aman, nyaman, tahu informasinya, dan mudah berpindah dari satu moda ke moda lainnya, mereka akan semakin percaya menggunakan transportasi publik. Pada akhirnya, membangun transportasi publik itu juga berarti membangun kepercayaan masyarakat,” pungkasnya. (RED/TIM)

banner 2756x1516

Pos terkait

banner 6496x590