TAKALAR – Kondisi bangunan SDN No. 23 Center Takalar 1 kian memprihatinkan dan mengundang sorotan tajam. Sejumlah ruang kelas dilaporkan mengalami kerusakan serius—mulai dari plafon yang runtuh hingga dinding yang retak menganga di berbagai sisi. Kondisi ini bukan lagi sekadar masalah estetika, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Berdasarkan pantauan di lapangan, serpihan plafon tampak berserakan sementara bagian yang tersisa hanya tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Retakan pada dinding pun kian melebar, menandakan adanya potensi kerusakan struktural yang fatal.
“Ini menyangkut keselamatan anak-anak. Tidak boleh ada pembiaran. Dinas Pendidikan Kabupaten Takalar harus segera turun tangan dan mengambil langkah cepat sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas aktivis Abdul Salam dalam keterangannya, Jumat (27/3/2026).

Situasi ini menciptakan atmosfer belajar yang mencekam. Siswa dipaksa tetap menimba ilmu di bawah bayang-bayang atap yang rapuh. Abdul Salam menekankan bahwa pemerintah daerah harus hadir untuk memastikan fasilitas pendidikan layak huni, bukan justru membiarkannya menjadi tempat yang menakutkan.
“Kalau plafon sudah runtuh dan dinding retak, ini tanda bahaya. Kami mendesak agar Dinas Pendidikan Takalar segera melakukan peninjauan langsung dan melakukan perbaikan menyeluruh,” lanjutnya.
Kondisi SDN No. 23 Center Takalar 1 dinilai mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap infrastruktur pendidikan di daerah tersebut. Publik mempertanyakan komitmen pemerintah dalam menjadikan keamanan siswa sebagai prioritas utama.
Tuntutan yang disuarakan meliputi: Pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh struktur bangunan sekolah; Perbaikan segera pada ruang kelas yang rusak sebelum kerusakan merambat; Kepastian bahwa lingkungan sekolah adalah ruang aman untuk belajar.
Pemerintah daerah diingatkan untuk tidak bersikap reaktif hanya setelah jatuh korban. Keselamatan siswa adalah prioritas mutlak yang tidak bisa ditawar. (HSN/TIM)













