Potret Buram Pelabuhan Masalembu: Jalan Berlubang, Minim Lampu, Pemprov Jatim Seolah Tutup Mata

banner 3167x231

SUMENEP – Wajah Pelabuhan Masalembu kian hari kian memprihatinkan. Jalan pelabuhan yang dikelola Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ini dibiarkan hancur lebur, berlubang, dan digenangi air saat hujan. Kondisi ini kian mencekam di malam hari akibat minimnya lampu penerangan, seolah menguji nyawa para pengguna jasa pelabuhan.

Koordinator Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Wilayah Kerja Masalembu, Fikri Haikal, mengaku tidak tinggal diam. Ia mengklaim telah berulang kali mengajukan perbaikan jalan—khususnya dari area pos hingga ke tengah pelabuhan—kepada pimpinannya di Surabaya.

“Kami sudah sering mengajukan perbaikan dan menyampaikan potensi bahaya bagi pengguna jasa jika tidak segera ditangani. Namun, kewenangan penuh ada di kantor induk di Surabaya,” ujar Fikri saat dikonfirmasi, Jumat (27/3/2026).

Sayangnya, meski laporan potensi bahaya sudah di meja pimpinan, realita di lapangan tetap nihil perbaikan. Pengabaian ini memicu kegeraman masyarakat setempat. Warga mulai membandingkan kontrasnya pengelolaan antara Pemprov Jatim dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Bacaan Lainnya
banner 2480x2476

Hasan, salah seorang warga Masalembu, secara terang-terangan menyentil ketidakpedulian pemerintah provinsi. Ia menunjuk Pelabuhan Keramaian yang dikelola Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Masalembu di bawah Kemenhub sebagai bukti nyata pengelolaan yang jauh lebih baik dan terawat.

“Coba bandingkan dengan Pelabuhan Keramaian yang dikelola pusat (Kemenhub), sangat bagus dan terurus. Sementara Pelabuhan Masalembu di tangan Pemprov Jatim justru hancur dan membahayakan,” keluh Hasan.

Kondisi jalan yang sudah memakan banyak korban luka akibat terjatuh dari sepeda motor ini membuat warga mendesak agar pengelolaan pelabuhan dikembalikan saja kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor UPP Kelas III Masalembu.

Warga menilai kepemimpinan di tingkat provinsi seakan menutup mata terhadap penderitaan masyarakat pulau. Jika terus dibiarkan tanpa perbaikan, warga khawatir pelabuhan ini hanya tinggal menunggu waktu untuk memakan korban jiwa. (ILY/RED)

banner 2756x1516

Pos terkait

banner 6496x590